wibiya widget

Sabtu, 30 Juli 2011

refrensi kelas ip adress

Pembagian Kelas IP Address
Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:


IP address kelas A
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 167.205.26.161, network ID = 167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.
IP address kelas B
IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.
IP address kelas C
IP address kelas C digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas C selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID.
IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.
Mengkonfigurasi TCP/IP
Implementasi TCP/IP pada Windows98 meliputi protokol standar TCP/IP, kompatible dengan
TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP termasuk:
1. Internet Protocol,
2. Transmission Control Protocol (TCP),
3. Internet Control Message Protocol (ICMP),
4. Address Resolusion Protocol (ARP),
5. User Datagram Protocol (UDP).
TCP/IP harus dikonfigurasikan sebelum dahulu agar bisa “berkomunikasi” di dalam jaringan
komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang telah diinstall memerlukan IP address dan subnet
mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk
membedakan network ID dari host ID.
Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host
Configuration Protocol (DHCP) atau disi secara manual.
Gambar 2.4. IP address dalam TCP/IP properties
Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address:
1. Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
2. Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar untuk kartu jaringan yang telah
diinstall.
3. Klik Properties.
4. Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:
* Obtain an IP address automatically
IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address
secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi
client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan
pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address
tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
* Specify an IP address
IP address dan subnet mask diisi secara manual.
5. Klik OK.
6. Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab Gateway,
masukkan nomor alamat server.
7. Klik OK.
8. Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service (WINS) server, kembali
ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab WINS Configuration, dan klik Enable
WINS Resolution serta masukan nomor alamat server.
9. Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS), kembali ke dalam kotak
dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor
alamat server.
10. Klik OK.

Sabtu, 23 Juli 2011

jenis jaringan komputer

Jaringan datang dalam berbagai jenis. The most common are LANs and WANs but there are many other types of networks, including metropolitan area networks (MANs) storage area networks (SANs) content networks (CNs) intranets and extranets VPNs and others. Yang paling umum adalah LAN dan WAN tetapi ada banyak jenis jaringan, termasuk jaringan area metropolitan (MAN) jaringan area penyimpanan (SAN) jaringan konten (SSP) intranet dan ekstranet VPN dan lain-lain.
Local Area Networks Local Area Networks
Local area networks (LANs) are used to connect networking devices that are in a very close geographic area, such as a floor of a building, a building itself or a campus environment. Jaringan area lokal (LAN) digunakan untuk menghubungkan perangkat jaringan yang berada dalam wilayah geografis yang sangat dekat, seperti lantai dari sebuah bangunan, bangunan itu sendiri atau lingkungan kampus. In a LAN you'll find PCs file servers hubs bridges switches routers multilayer switches voice gateways, firewalls, and other devices. Dalam LAN Anda akan menemukan berkas server PC router switch hub bridge gateway suara multilayer switch, firewall, dan perangkat lainnya.
The media types used in LANs include Ethernet, Fast Ethernet (FE), Gigabit Ethernet (GE), Token Ring, and FDDI. Jenis media yang digunakan dalam LAN Ethernet, Fast Ethernet (FE), Gigabit Ethernet (GE), Token Ring, dan FDDI. Today, most networks use some form of Ethernet. Saat ini, sebagian besar jaringan menggunakan beberapa bentuk Ethernet.
Wide Area Networks Wide Area Networks
Wide area networks (WANs) are used to connect LANs together. Jaringan wide area (WAN) yang digunakan untuk menghubungkan LAN bersama. Typically, WANs are used when the LANs that must be connected are separated by a large distance. Biasanya, WAN digunakan ketika LAN yang harus terhubung dipisahkan oleh jarak besar. Whereas a corporation provides its own infrastructure for a LAN, WANs are leased from carrier networks, such as telephone companies. Sedangkan sebuah perusahaan menyediakan infrastruktur sendiri untuk LAN, WAN disewa dari operator jaringan, seperti perusahaan telepon.
Four basic types of connections, or circuits, are used in WAN services: circuit-switched, cell-switched, packet-switched, and dedicated connections. Empat jenis dasar dari koneksi, atau sirkuit, digunakan dalam layanan WAN: circuit-switched, sel-switched, paket-switched, dan koneksi dedicated.
A wide array of WAN services are available, including analog dialup, ATM, dedicated circuits, cable, DSL (digital subscriber line) Frame Relay, ISDN, Switched Multi-megabit Data Services (SMDS), and X.25. Sebuah beragam layanan WAN yang tersedia, termasuk analog dialup, ATM, sirkuit yang berdedikasi, kabel, DSL (digital subscriber line) Frame Relay, ISDN, Switched Multi-megabit Data Services (SMDS), dan X.25. Here, analog dialup and ISDN are examples of circuit-switched services, ATM and SMDS are examples of cell-switched services, and Frame Relay and X.25 are examples of packet-switched services. Di sini, analog dialup dan ISDN adalah contoh circuit-switched jasa, ATM dan SMDS adalah contoh dari sel-switched jasa, dan Frame Relay dan X.25 merupakan contoh dari paket-switched jasa.
Circuit-switched services provide a temporary connection across a phone circuit. Circuit-switched jasa menyediakan koneksi sementara di sirkuit telepon. These are typically used for backup of primary circuits and for temporary boots of bandwidth. Ini biasanya digunakan untuk cadangan sirkuit primer dan untuk sepatu sementara bandwidth.
A dedicated circuit is a permanent connection between two sites where the bandwidth is dedicated. Sebuah sirkuit khusus adalah sambungan permanen antara dua situs di mana bandwidth ini didedikasikan. These circuits are common where you have a variety of services, such as voice, video, and data, that must traverse the connection and you are concerned about delay issues with the traffic and guaranteed bandwidth. Rangkaian ini umum di mana Anda memiliki berbagai layanan, seperti suara, video, dan data, yang harus melintasi sambungan dan Anda khawatir tentang masalah penundaan dengan lalu lintas dan bandwidth dijamin.
Cell-switched services can provide the same features that dedicated circuits offer. Sel-switched layanan dapat menyediakan fitur yang sama yang didedikasikan sirkuit tawarkan. Their advantage over dedicated circuits is that a single device can connect to multiple devices on the same interface. Keuntungan mereka atas sirkuit khusus adalah bahwa satu perangkat dapat terhubung ke beberapa perangkat pada interface yang sama.
The downside of these services is that they are not available at all locations, they are difficult to set up and troubleshoot, and the equipment is expensive when compared to using dedicated circuits. Kelemahan dari layanan ini adalah bahwa mereka tidak tersedia di semua lokasi, mereka sulit untuk mengatur dan memecahkan masalah, dan peralatan yang mahal jika dibandingkan dengan menggunakan sirkuit khusus.
Packet-switched services are similar to cell-switched services. Layanan packet-switched yang mirip dengan sel-switched jasa. Whereas cell-switched services switch fixed-length packets, called cells, packet-switched services switch variable-length packets. Sedangkan sel-switched jasa beralih tetap-panjang paket, yang disebut sel, paket-switched layanan beralih variabel-panjang paket. This feature makes them better suited for data services, but they can nonetheless provide some of the Quality of Service (QoS) features that cell-switched services provide. Fitur ini membuat mereka lebih cocok untuk layanan data, namun mereka tetap dapat memberikan beberapa Quality of Service (QoS) fitur yang sel-switched jasa menyediakan.
Two newer WAN services that are very popular in the US are cable and DSL. Dua layanan WAN baru yang sangat populer di Amerika Serikat kabel dan DSL. DSL provides speeds up to 2 Mbps and costs much less than a typical WAN circuit from the carrier. DSL menyediakan kecepatan hingga 2 Mbps dan biaya yang jauh kurang dari sirkuit WAN khas dari carrier. It supports both voice and video and doesn't require a dialup connection (it's always enabled). Ini mendukung kedua suara dan video dan tidak memerlukan koneksi dialup (selalu diaktifkan).
Cable access uses coaxial copper connections-the same medium used to provide television broadcast services. Akses kabel menggunakan koneksi-tembaga koaksial medium yang sama digunakan untuk menyediakan layanan siaran televisi. It supports higher data rates than DSL, but like DSL, it provides a full-time connection. Ini mendukung kecepatan data yang lebih tinggi dari DSL, namun seperti DSL, ia menyediakan koneksi penuh-waktu. However, it has one major drawback: it is a shared service and functions in a logical bus topology (discussed in Chapter 2) much like Ethernet-the more customers in an area that connect via cable, the less bandwidth each customer has. Namun, ia memiliki satu kelemahan utama: itu adalah layanan bersama dan fungsi dalam topologi bus logis (dibahas dalam Bab 2) seperti Ethernet semakin banyak pelanggan di daerah yang terhubung melalui kabel, kurang bandwidth setiap pelanggan.
Examples of networking devices used in WAN connections include cable and DSL modems, carrier switches, CSU/DSUs, firewalls, modems, NT1s, and routers. Contoh perangkat jaringan yang digunakan dalam koneksi WAN termasuk modem kabel dan DSL, switch operator, CSU / DSUs, firewall, modem, NT1s, dan router.
Metropolitan Area Networks Metropolitan Area Networks
A metropolitan area network (MAN) is a hybrid between a LAN and a WAN. Sebuah jaringan area metropolitan (MAN) adalah hibrida antara LAN dan WAN. Like a WAN, it connects two or more LANs in the same geographic area. Seperti WAN, menghubungkan dua atau lebih LAN di wilayah geografis yang sama. A MAN, for example, might connect two different buildings or offices in the same city. MAN, misalnya, mungkin menghubungkan dua bangunan yang berbeda atau kantor di kota yang sama.
However, whereas WANs typically provide low- to medium-speed access, MANs provide high-speed connections, such as T1 (1.544 Mbps) and optical services. Namun, sedangkan WAN biasanya menyediakan rendah sampai menengah-kecepatan akses, MAN menyediakan koneksi kecepatan tinggi, seperti T1 (1,544 Mbps) dan layanan optik.
The optical services provided include SONET (The Synchronous Optical Network standard) and SDH (the Synchronous Digital Hierarchy standard).With these optical services, carriers can provide high-speed services, including ATM and Gigabit Ethernet. Layanan yang diberikan meliputi SONET optik (Standar Jaringan Synchronous Optical) dan SDH (Synchronous Hirarki standar digital). Dengan layanan ini optik, operator dapat memberikan layanan berkecepatan tinggi, termasuk ATM dan Gigabit Ethernet.
These two optical services provide speeds ranging into the hundreds or thousands of megabits per second (Mbps). Kedua layanan optik memberikan kecepatan berkisar ke ratusan atau ribuan megabit per detik (Mbps). Devices used to provide connections for MANs include high-end routers, ATM switches, and optical switches. Perangkat yang digunakan untuk menyediakan koneksi untuk MAN termasuk high-end router, switch ATM, dan switch optik.

media jaringan komputer

Dalam penggunaan komputer,dalam bekerjanya suatu komputer,kita tidak mungkin suatu komputer dapat bekerja bilamana hanya Hardisk saja,atau CPU saja,dalam penghubungannya ini komputer membuat suatu jaringan,untuk berkerjanya suatu komputer.
Jadi Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer , software ,dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuan yang sama.
Suatu jaringan komputer bertujuan untuk:
-Mmbagi sumber daya:contohnya berbagi pemakaian peralatan komputer seperti CPU,hardisk,dan printer
-Komunikasi:seperti surat elektronik
-Akses Informasi:yaitu seperti web browse.
Suatu jaringan komputer dalam mencapai tujuannya meminta dan meberikan service (layanan).
Pihak yang menerima layanan kita sebut client.
dan pihak yang memberikan layanan disebut server.
dana sistem seperti ini biasa disebut client-server.

Klasifikasi Jaringan berdasarkan skala yaitu:
local area network (LAN):jaringan ini memliki jaringan jangkauan yang terbatas,yakni hanya area tertentudalam satu wilayah yang dapat dijangkau.yang hanya menghubungkan antara satu komputer user ke komputer user yang lainya.
Metropolitan area network (MAN) ini serupa dengan LAN,tetapi jangkauan dari MAN ini lebih luas daripada LAN berkisar antara 10-15km.
Wide Area Network (WAN) jaringan ini sangat luas,yaitu cakupan negara atau seluruh dunia,dan internet termasuk dalam WAN. 

Klasifikasi jaringan berdasarkan Fungsi:
Client-Server:yaitu jaringan komputer dengan komputer yang dikhususkan sebagai server.
Peer to Peer:Yaitu jaringan komputer dimana setiap hostnya dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan.

Klasifikasi jaringan Berdasarkan Topologi:
-Topologi Bus
-Topologi Bintang
-Topologi Cincin
-Topologi Mesh
-Topologi Pohon
-Topologi Linier
Contoh Gambar Topologi:






 

Jaringan Komputer juga dibedakan menjadi 4 berdasarkan Kriteria,yaitu:
1.Berdasarkan Distribusi Sumber Informasi/Data:
   -Jaringan Terpusat
   -Jaringan Terdistribusi
2.Berdasarkan jangkauan geografis:
   -Jaringan LAN
   -jaringan MAN
   -Jaringan WAN
3.Berdasarkan Hubungan dan peranan tiap komputer dalam mengolah data
   -Jaringan Client-Server
   -Jaringan Peer to Peer
4.Berdasarkan Media Transmisi Data:
   -Jaringan Berkabel(Wired network)
   -Jaringan Nirkabel(Wi-Fi)
Jadi Konsepnya,Suatu Komputer membutuhkan jaringan dalam memproses suatu data,karena jaringan komputer tidak hanya internet,tetapi dalam komputer itu sendiri dalam mengolah suatu data.

Perangkat jaringan komputer

Perangkat jaringan komputer


Untuk jaringan komputer atau LAN (Local Area Network) sederhana mengandung beberapa komponen atau perangkat keras yang sangat penting dan merupakan kebutuhan utamanya. Perangkat keras yang dimaksud antara lain adalah:

* Komputer yang akan digunakan sebagai Server
* Beberapa komputer untuk workstation
* NIC (Network Interface Card)
* Wireless LAN
* HUB atau Swicth yang mendukung F/O
* Swicth Wireless
* Kabel UTP
* Kabel Telepon
* Conector RJ45 dan RJ11
* VDSL Converter
* UPS jika diperlukan

Peralatan tersebut merupakan kebutuhan standar dan harus ada untuk sebuah jaringan. Kemudian apabila jaringan komputer di kantor Anda akan ditingkatkan atau lebih besar lagi harus ditambah beberapa hardware lain seperti:

* Repeater
* Bridge
* Router
* Gateway

Seperti telah dijelaskan di atas komponen jaringan, misalnya untuk Warnet atau jaringan di kantor yang hanya melibatkan beberapa gedung perkantoran yang jaraknya antara 100 – 1000 Meter serta memiliki node sekitar 10 sampai 200 unit komputer. Dengan beberapa komponen tersebut Anda sudah bisa membangun jaringan. Untuk mengetahui masing-masing komponen tersebut berikut akan dijelaskan secara singkat dan sederhana.

1.1. NIC (Network Interface Card)

Yang saya maksud NIC dalam buku ini adalah kartu jaringan atau LAN Card berupa papan elektronik yang nantinya ditanam atau dipasang di setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan. Jaringan ini tidak terbatas pada LAN (Local Area Network) saja bisa juga Workgroup.

Sesuai perkembangan teknologi khususnya jaringan, saat ini banyak jenis dan merk kartu jaringan. Namun demikian ada tiga hal pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan atau NIC ini, yaitu tipe kartu, jenis protokol, tipe kabel yang didukungnya.


contoh GambarNIC
1.1.1. Tipe NIC

Sesuai perkembangan komputer PC dan mainboardnya, maka tipe slot atau expansion slot juga bermacam-macam, mulai ISA, PCI dan AGP. Namun untuk kartu jaringan ini saya hanya menjelaskan 2 tipe saja, yaitu PCI dan ISA.

Pada saat membeli komputer khususnya komputer rakitan, tidak semua slot terisi. Slot yang kosong ini dapat digunakan untuk memasang beberapa kartu tambahan, seperti kartu suara, modem internal, dan kartu jaringan.

Untuk membedakan slot ISA dan PCI mudah saja. Jika casing komputer dibuka, di bagian belakang ada beberapa deretan slot. Slot yang berwarna hitam umumnya ISA, slot yang berwarna putih adalah slot PCI, dan slot yang berwarna coklat umumnya slot AGP.

1.1.2. Jenis Protokol NIC

Saat ini dikenal beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan, di antaranya Ethernet dan Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Namun dalam buku ini dibatasi hanya menjelaskan dua protokol saja, yaitu Ethernet dan Fast Ethernet.

Jenis Ethernet masih banyak digunakan walaupun kecepatan transfer data yang didukungnya hanya sampai 10Mbps saja. Saat ini perusahaan, instansi pemerintah dan juga Warnet-warnet sudah mulai menggunakan jenis Fast Ethernet. Karena selain sudah mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps, harganya pun tidak jauh berbeda.

Selain itu ada juga kartu jaringan jenis combo. Jenis ini mendukung Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo bisa mendeteksi sendiri berapa kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan. Begitu juga dari sudut pengkabelan jenis combo ini mendukung kabel jenis Coaxial dan UTP.

Komputer jenis notebook yang beredar tidak semuanya sudah terpasang kartu jaringan. Untuk itu apabila notebook pimpinan Anda menginginkan koneksi ke jaringan dan belum terpasang kartu jaringan, maka Anda harus mempersiapkan kartu jaringan jenis PCMCIA. Kartu jaringan ini pemasangannya tidak terlalu sulit, cukup dimasukkan ke port PCMCIA yang ada pada setiap notebook dan tidak perlu dibongkar atau covernya dibuka. Cukup ditancapkan dari bagian pinggir atau depan dari notebook tersebut.

Saat ini hampir semua NIC yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play. PNP ini sudah sangat populer, karena setiap kita menambah hardware baru secara otomatis akan dikonfigurasi oleh komputer. Begitu juga oleh operating sistemnya. Namun demikian untuk memastikan kartu jaringan Anda Plug and Play baca di manual atau tanyakan pada penjualnya.

1.2. HUB atau Concentrator

Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa Node atau titik sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer Server. Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client atau workstation yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan.

Jika akan dilakukan pengembangan HUB juga bisa dihubungkan ke HUB berikutnya secara up-link. Ini terjadi apabila HUB yang digunakan hanya memiliki port 16 port plus 1 port untuk server atau hub lain. Sehingga untuk menambah jaringan diperlukan HUB tambahan.

Dari segi pengelolaan HUB yang saat ini beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu manageable HUB dan unmanageable HUB. Manageable HUB adalah HUB yang bisa dikelola atau di-manage dengan software yang di bawahnya. Sedangkan unmana-geable HUB cara pengelolaannya dilakukan secara manual.

Perlu diketahui bahwa HUB hanya memungkinkan pengguna atau user untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan HUB yang membentuk jaringan disebut "Shared Ethernet." Pada jaringan seperti itu, setiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwidth jaringan yang ada. Umpamanya jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 20 unit komputer yang semuanya menggunakan sistem operasi Windows 95/98, maka secara sederhana jika semua komputer yang terhubung ke jaringan tersebut bersamaan mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing user tersebut hanya 0.5 Mbps.

Pada jaringan yang menggunakan topologi bus, ada juga perangkat sejenis yang mirip HUB namanya repeater (pengulang). Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari client ke server atau sebaliknya lebih cepat apabila jarak antara client atau workstation ke server lebih jauh. Dengan repeater ini jaringan dan sinyal akan semakin kuat. Bahkan apabila kabel yang digunakan jenis coaxial, jaringan akan lebih cepat.

contoh Gambar HUB



1.3. Bridge (jembatan)

Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet). Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.


contoh gambar Bridge
1.4. Switch

Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward.

Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.

Sedangkan switch store-and-forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.

Dengan switch ada beberapa keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling berhubungan disebut "collapsed backbone."

Saat ini perusahaan umumnya memilih jaringan Ethernet 10 Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100 Mbps untuk koneksi ke server. Biasanya merka menggunakan switch 10/100 yang biasanya memiliki beberapa port 10 Mbps untuk koneksi ke komputer client dan 1 port 100 Mbps untuk koneksi ke server atau komputer yang dianggap sebagai server.

contoh Gambar Switch

1.5. VDSL

VDSL (Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port) merupakan suatu alat atau piranti yang digunakan sebagai converter dari kabel UTP (RJ45) ke kabel telepon (RJ11). Dalam hal ini apabila Anda akan menghubungkan jaringan LAN atau Intranet antar gedung yang jaraknya kurang lebih 500 meter masih memungkinkan dengan penambahan piranti VDSL ini. Masalah kecepatan transfer data tergantung merk VDSL yang digunakan. Bahkan untuk saat ini mulai banyak beredar dipasaran jenis VDSL yang kecepatannya bisa diatur sesuai keinginan (manageble).

Jaringan komputer khususnya LAN kini sudah menjadi kebutuhan. Namun kadang-kadang yang menjadi kendala adalah ketika jaringan harus menyebrang jalan, melintasi gedung, bahkan tidak sedikit merka membangun LAN sendiri-sendiri, padahal masih dalam instansi atau perusahaan yang sama. Sebenarnya teknologi untuk keperluan tersebut sudah sejak lama diperkenalkan, seperti Wireless, Fiber Optic, VDSL, dan lain-lain. Namun apabila menggunakan F/O biaya yang diperlukan tidak sedikit, begitu juga dengan wireless. Dengan demikian salah satu alternatif untuk membangun LAN yang melibatkan banyak gedung dengan biaya murah adalah dengan memanfaatkan VDSL ini.

Seperti halnya F/O harus menggunakan sepasang converter, Wireless juga harus sepasang, begitu juga dengan VDSL juga harus sepasang. Satu dipasang di Swicth atau HUB yang berhubungan dengan Server dan satunya lagi dipasang di Swicth atau HUB yang ada di Client atau di lokasi lain.


contoh Gambar VDSL

1.6. Wireless

Wireles ini bermacam-macam merk dan jenisnya. Namun dalam buku ini tidak akan menjelaskan merk dan jenis dari Wireless tersebut, yang pasti ada Wireless yang sudah terpasang di komputer ada juga sebagai tambahan. Bahkan untuk komputer notebook atau Laptop yang sudah memasang logo Mobile Technology secara otomatis sudah ada Wirelessnya. Saat ini memang teknologi WiFI sudah menjadi trend dan kebutuhan untuk jaringan komputer bergerak atau mobile.

Untuk memanfaatkan Wireless yang sudah ada di komputer atau memasang sebagai kartu jaringan Anda harus memiliki HUB atau Swicth yang ada fasilitas Wirelessnya. Hub, Swicth atau Router yang sudah medukung fasilitas Wireless ini kini mulai banyak digunakan. Berikut ini contoh Wireless yang mendukung berbagai fasiitas yang bisa digunakan untuk berkomunikasi antara komputer yang memiliki NIC Wireless atau NIC biasa, serta mendukung Wide Area Network.contoh Gambar Wireless

1.7. Router

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Misalnya sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Contohnya bisa berupa jaringan biasa LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network) atau jaringan global seperti Internet.
contoh Gambar Router

1.8. Kabel untuk jaringan

Saat ini ada beberapa tipe dan jenis kabel yang digunakan untuk suatu jaringan. Kabel UTP (unshielded twisted pair), coaxial, dan fiber optik adalah yang populer dan banyak digunakan.

Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis Coaxial. Namun sesuai perkembangan HUB atau Concentrator penggunaan kabel ini pun mulai berkembang dan kabel UTP yang dipilih, karena selain harganya tidak terlalu mahal namun kemampuannya bisa diandalkan.

Kabel jenis lain yang sempat populer awal tahun 1990-an adalah kabel coaxial. Kabel jenis ini hampir sama seperti kabel antena televisi. Kabel lain yang juga sangat populer adalah Fiber Optik (F/O). Kabel jenis ini sangat mahal harganya, tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data sangat tinggi.

1.8.1. Twisted Pair Cable (UTP)

Kabel Twisted Pair Cable ini ada dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.

Twisted-pair (dikenal juga sebagai 10 BaseT) cocok untuk jaringan kecil, sedang maupun besar yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai network.

Pada twisted-pair network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted-pair yang tersentral pada HUB, contoh jaringan seperti ini seperti terlihat pada gambar 3.

Twisted-pair umumnya lebih reliable dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi. Bahkan dengan HUB ini bisa dirangkai menjadi suatu jaringan yang besar.

Saat ini ada beberapa grade, atau kategori, dari kabel twisted-pair. Category 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompatibilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10 Mbps network, dan Fast Ethernet. Anda dapat membeli kabel Category 5 yang telah dibuat, atau membuatnya sendiri.

Kabel Category 5 dapat dibeli atau dibuat baik yang straight-through atau crossed. Suatu kabel Category 5 memiliki 8 kabel kecil yang masing-masing memiliki kode warna di dalamnya dari ujung ke ujung. Hanya kabel kecil 1, 2, 3, dan 6 yang digunakan oleh Ethernet network untuk komunikasi. Walaupun hanya 4 kabel yang akan digunakan, tetapi masing-masing 8 kabel semuanya terhubung ke jack.

Kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel Crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB (ada beberapa pengecualian: beberapa jenis HUB memiliki up-link port yang telah dicross secara internal, yang mana memungkinkan Anda melakukan uplink HUB dengan suatu straight cable sebagai gantinya).

Pada suatu kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada satu ujung juga di kabel 1, 2, 3, dan 6 pada ujung lainnya. Pada suatu kabel crossed, urutan dari kabel diubah dari ujung yang satu ke ujung lainnya: kabel 1 menjadi 3, dan 2 menjadi 6.

Untuk menggambarkan urutan kabel mana yang nomor 1, pegang RJ-45 tip dengan bagian tembaganya menghadap pada Anda sesuai gambar berikut.
contoh Kabel UTP

1.8.2. Coaxial Cable

Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN meskipun lebih mahal dan lebih sukar penggunaannya dibandingkan twisted pair. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband. Thick Coaxial biasanya digunakan untuk kabel backbone pada jaringan instalasi Ethernet antar gedung. Dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan menggunakan repeater.

Thin coax (dikenal juga sebagai 10 Base 2) adalah cocok untuk network rumah atau kantor, dengan dua atau tiga komputer. Kabel ini mirip seperti kabel antena TV, harganya tidak terlalu mahal dan mudah pemasangannya.

Kabel jenis ini proses pemasangannya menggunakan konektor BNC. Pada jaringan jenis ini untuk menyambung ke masing-masing komputer menggunakan konektor T (T-connector) dan setiap ujungnya menggunakan terminator atau penutup (50 ohm) jika tidak menggunakan HUB.
contoh Coaxial Cable

1.8.3. Fiber Optic (F/O)

Jaringan yang menggunakan F/O ini memang sangat jarang digunakan. Biasanya hanya perusahaan besar saja yang menggunakan jaringan dengan media F/O. Karena harganya relatif mahal dan proses pemasangannya lebih sulit.

Namun demikian, jaringan yang menggunakan F/O ini dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan lagi. Kecepatan pengiriman data dengan media F/O ini lebih dari 100 Mbps dan bebas dari pengaruh lingkungan (noise).
contoh kabel Fiber Optic (F/O)

1.8.4. Kabel Telepon

Beberapa tahun belakangan ini mulai banyak digunakan kebel telepon untuk jaringan komputer (LAN). Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan antar gedung. Biasanya kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar gedung ini jenis yang cukup kuat dan dilengkapi dengan kawat baja, sehingga kalau dibentang tidak patah.

Biasanya kabel telepon yang digunakan untuk diluar gedung (out door) ini dilengkapi dengan 3 kawat, 2 kawat yang akan digunakan seagai penghubung data dan satu kawat digunakan agar tidak putus apabila kawat tersebut dibentang. Akan lebih baik jika ujung dari baja sebagai penguat tersebut dihubungkan ke grounding agar apabila terjadi petir tidak akan bermasalah. Jadi pada intinya hanya dua kawat yang ada dalam kabel tersebut yang digunakan.